Dalam menulis soal bentuk menjodohkan, penulis soal harus mengetahui konsep dasar bentuk menjodohkan (lihat keterampilan menulis soal di sini). Bentuk ini wujudnya terdiri dari dua kelompok atau kolom. Tugas siswa adalah mencari pasangan yang tepat dalam dua kelompok itu. Misalnya siswa harus dapat mencocokkan antara kejadian dan tanggal kejadian yang tepat, kejadian dengan orang, kejadian dengan tempat, istilah dengan definisi, perkataan asing/istilah asing dengan istilah bahasa Indonesia yang baku, peraturan-peraturan dengan contoh, alat-alat dengan penggunaannya dan lain-lain.
Home » Kaidah Penulisan Soal Valid
Showing posts with label Kaidah Penulisan Soal Valid. Show all posts
Showing posts with label Kaidah Penulisan Soal Valid. Show all posts
Kaidah Penulisan Soal Bentuk Menjodohkan dan Bentuk Benar - Salah (B-S)yang Sah dan Valid
Posted by Unknown
at 04:37,
Add Comment
Read more
Cara Mudah Menulis Soal Bentuk Jawaban Singkat dan Bentuk Isian yang Sah dan Valid
Dalam menulis soal bentuk jawaban singkat, penulis soal harus mengetahui konsep dasar bentuk jawaban singkat. Bentuk ini merupakan salah satun bentuk soal obyejtif yang jawabannya menuntut siswa menjawab soal dengan singkat yaitu jawabannya dapat berupa satu kata, kelompk kata / frase, simbol matematika, atau angka. (Lihat juga kaidah penulisan soal pilihan ganda di sini).
Posted by Unknown
at 00:40,
Add Comment
Read more
Keterampilan Menulis Tes yang Baik Sangat Diperlukan Agar Dapat Menghasilkan Tes yang Valid
Sebagaimana kita ketahui bahwa secara garis besar tes terbagi dua, yakni tes obyektif dan tes uraian. Tes obyektif dibedakan menjadi tes B-S, tes menjodohkan, tes pilihan ganda (kaidah penulisan tes pilihan ganda klik di sini). Sedangkan tes uraian dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu tes uraian terbuka dan tes uraian terbatas. Kedua jenis tes tersebut hendaknya digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa yang sesuai dengan karakteristik kedua jenis tes tersebut. Jangan gunakan tes uraian hanya untuk mengukur proses berpikir rendah, tetapi gunakan tes uraian untuk mengukur hasil belajar yang kompleks. Sebaliknya jangan paksakan tes obyektif untuk mengukur ranah kognitif tingkat tinggi terutama jika kita belum terampil dalam mengkonstruksi tes obyektif yang baik.
Posted by Unknown
at 04:43,
Add Comment
Read more
Subscribe to:
Posts (Atom)